10 Atraksi Wisata Budaya di Jogja

Ada beberapa atraksi wisata budaya di Jogja yang dapat dinikmati dan dilakukan ketika liburan ke Yogyakarta. Mulai dari pertunjukan seni Gamelan, tari tradisional Jawa, Wayang Kulit, Mocopat hingga pentas unik lainnya.

Jogjakarta dikenal sebagai daerah tujuan wisata favorit banyak traveler, baik itu pelancong domestik maupun turis mancanegara. Mereka datang ke Yogya selain mengunjungi objek wisata, juga ingin mengetahui atraksi budaya. Apakah itu adat tradisinya ataupun kesenian daerahnya. Lalu apa sajakah atraksi wisata budaya di Jogja itu?

#1. Gamelan Karawitan
Pertunjukan seni Karawitan perpaduan musik gamelan dan nyanyian tembang dalam bahasa Jawa kuno halus. Terdengar merdu sekali. Selain menghibur, pertunjukan Karawitan Gamelan mempunyai nilai filosofi istimewa. Anda dapat melihatnya di Bangsal Sri Manganti, Keraton Yogyakarta. Jadwalnya setiap hari Senin dan Kamis. Pada jam 10.00-12.00 WIB.

#2. Tari Jawa Tradisional
Pementasan tari tradisional Jawa ini dapat Anda lihat di Kraton Jogja, alamatnya Jl Rotowijayan 1 Yogyakarta. Sangat mengesankan, gerakan indah menyatu dalam filosofi. Berirama senada dengan alunan gamelan yang dibunyikan. Dipentaskan setiap Senin, waktu jam 10.00-12.00 WIB. Terkadang diganti seni Gamelan Karawitan saja, jika penarinya tidak ada. Seperti Tari Serimpi.

#3. Mocopat
Pertunjukkan Macapat ini pembacaan puisi diiringi dengan musik Gamelan. Sastra Jawa Macapat paling populer yang ditampilkan Dhandang Gula, Sinom, Kinanthi, Megatruh, Pangkur, Asmarandana, serta lainnya. Ada tembang besar, madya, dan cilik. Pertunjukan Mocopat ini dipentaskan di Keraton Jogja, digelar setiap hari Jumat pada jam 10.00-11.30 WIB.

#4. Wayang Kulit
Pagelaran Wayang Kulit di Keraton Yogyakarta dipentaskan setiap hari Sabtu jam 10.00-13.00 WIB. Menampilkan kisah-kisah cerita mengagumkan seperti Mahabarata, Ramayana dan lain-lain. Ada beberapa bagian menarik pada pertunjukan Wayang Kulit, diantaranya pergerakan dinamis saat wayang dimainkan, alur cerita, perubahan suara karakter, lelucon dan nyanyiannya.

#5. Sendratari Ramayana
Pertunjukkan Sendratari Ramayana di Prambanan, tepatnya di panggung dan gedung pertunjukan Trimurti. Panggung terbuka Trimurti berlatar belakang Candi Prambanan indah mengagumkan. Panggung terbuka digunakan musim kemarau, sedangkan musim penghujan, pertunjukan dialihkan di panggung tertutup. Pertunjukkan kultural mengagumkan ini menampilkan beragam kombinasi seni Jawa dalam bentuk tarian, drama dan musik. Alur ceritanya mengisahkan Ramayana dan Sinta, Anoman dan Rahwana. Dipentaskan setiap hari sesuai jadwal, pada jam 19.30-21.30 WIB. Tiket Reguler – VIP.

#6. Ketoprak
Pementasan Ketroprak di Audiotorium RRI, alamatnya Jl Affandi/Jl.Gejayan, Yogyakarta. Jadwalnya setiap malam Senin pertama setiap bulannya, pada jam 20.00-24.00 WIB. Ada tiket masuknya lho. Ketoprak ini merupakan pertunjukan teater tradisional Jawa, hampir mirip wayang orang. Ketoprak menyuguhkan perpaduan drama Jawa dan musik gamelan. Sedangkan kisah ceritanya bukan diambil dari Mahabarata atau Ramayana, melainkan dari legenda ataupun cerita yang lain.

#7. Labuhan Gunung Merapi
Upacara adat tradisi ini bentuk ungkapan syukur, serangkaian prosesi seremoni dilaksanakan di lereng Gunung Merapi Sleman. Dibawanya benda-benda milik Sultan seperti Kambil Watangan (Labuhan Ageng 8 tahun sekali), nyamping, rasukan, ubarampe (Labuhan Alit setahun sekali) dan lain sebagainya. Upacara labuhan di Gunung Merapi, dipimpin oleh Juru Kunci Gunung Merapi. Biasanya digelar meriah. Setelah menerima ubarampe labuhan dari Keraton Yogyakarta, diawali dari Petilasan Hargodalem, kemudian dibawa ke Sri Manganti di lereng Gunung Merapi.

#8. Labuhan Pantai Parangkusumo
Setiap tahun diadakan labuhan di Pantai Selatan Jawa. Upacara sedekah, barang-barang punya Sultan seperti kain batik, pakaian dan lainnya dihanyutkan atau dilarung ke Pantai Selatan. Dilaksanakan di Pantai Parangkusumo Bantul ini dipimpin Juru Kunci Cepuri Parangkusumo. Ritual ini merupakan perwujudan rasa syukur, biasanya digelar sangat meriah dan dimulai dengan serangkaian prosesi seremoni.

#9. Jemparingan
Sudah ada sejak jaman dahulu kala ratusan tahun silam pada masa kerajaan. Dahulu kala, tradisi ini dimainkan oleh para bangsawan kerajaan dan keluarganya. Salah satu tradisi seni memanah gaya Mataram. Pemanah posisi duduk bersila fokus memanah. Busur panah, anak panah dan target. Terkenal Jemparingan di Siliran Lor, Panembahan, Kraton. Panahan gaya Mataram ini populer di daerah Jogja dan sekitarnya. Jemparingan, tradisi panahan asli Yogyakarta.

#10. Masangin
Aktivitas kultural seru-seruan Masangin di Alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta, setiap malam, mulai jam 19.00 hingga selesai. Gratis. Apakah kamu beruntung, dapat melewatinya. Berjalan dengan mata tertutup melewati diantara dua pohon ringin di Alun-alun Kidul Kraton Jogja. Menariknya disaat berjalan proses menuju tengah-tengahnya pohon ringin mengundang banyak tawa. Karena biasanya sih sebagian besar mereka melenceng, tak fokus. Yang pasti seru, menantang dan menyenangkan. Lebih asyik, kalau bermain Masanginnya ramai-ramai tak sendirian. Tertarik mencoba?

Termasuk Jamasan Pusaka, Tumplak Wajik, Garebeg, Sekaten, Mubeng Beteng, Cupu Panjala, Nguras Enceh, Saparan Bekakak, Bregodo, Merti Desa dan festival budaya lainya. Jadi tak hanya itu saja lho, sebenarnya masih banyak lagi atraksi wisata budaya seni di Jogja yang dapat Anda lihat dan nikmati.